Friday, January 27, 2017

Mengenal Fiber Optic Cable / FDDI (Fiber Distributed Data Interface)



Mengenal Fiber Optic Cable / FDDI (Fiber Distributed Data Interface)

Serat optik adalah sebuah kabel yang memiliki serat inti terbuat dari kaca atau plastik, digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.Cahaya yang berada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara.
Sumber cahaya yang digunakan memanfaatkan Light Emitting Diode (LED) atau Laser Diode, karena laser memiliki spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik yang sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core, yang mempunyai indeks bias lebih rendah daripada core. Cladding dapat memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core dan akan kembali kedalam core lagi.

Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik. Serat dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:
  1. Single mode: Serat optik jenis ini memiliki core yang sangat kecil. Diameternya mendekati panjang gelombang, sehingga cahaya yang masuk kedalamnya tidak terpantul ke dinding cladding.  
  2. Multimode step index: Serat optik jenis ini memiliki diameter core yang agak besar, membuat laser didalamnya akan terpantul ke dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini. 
  3.  Multimode grade index: Serat optik jenis ini memiliki diameter core yang besar dan mempunyai cladding yang bertingkat indeks biasnya, sehingga dapat menambah bandwidth jika dibandingkan dengan multimode step indeks.

FDDI (Fiber Distributed Data Interface) adalah protokol yang digunakan pada jaringan yang menyerupai token ring dengan kecepatan transmisi hingga 2 Mbps. Protokol ini dapat menghubungkan hingga 500 station dengan jarak hingga 2 km. FDDI memiliki kelebihan dapat menghubungkan lebih dari satu jaringan lokal.

Jaringan ini memiliki dua ring counter-rotating. Ring pertama disebut juga dengan primary link, yang secara nyata terhubung dengan semua station. Sedangkan yang kedua secondary link, hanya terhubung dengan station-station dengan hubungan ganda. Jadi, dapat terlihat jalannya aliran data adalah saling berlawanan antara primary ring dan secondary link. Namun, keadaan ini tidak konstan. Pada beberapa permasalahan kedua ring dapat digunakan secara simultan.

Jenis konektor yang menghubungkan perangkat jaringan dengan kabel fiber optik merupakan faktor yang sangat penting untuk lancarnya komunikasi. Konektor juga berfungsi untuk menjaga agar serat kaca dalam kabel bisa terhubung dengan baik ke perangkat transmitter maupun receiver tanpa mengalami gangguan.

Ketepatan koneksi sangatlah penting untuk diperhatikan dalam pembuatan dan pemilihan konektor. Sedikit saja meleset dari jalur yang ditentukan, data tidak dapat terkirim dengan baik ke tujuannya. Jenis konektor sangat bervariasi tergantung penggunaannya.

·        Jenis-jenis konektor dan penggunaannya sebagai berikut:
  1. FC (Fiber Connector), digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang bisa diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat, akurasinya tidak akan mudah berubah. 
  2. SC (Subscriber Connector), digunakan untuk kabel single mode dan bisa dibongkar pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simple dan akurasinya dapat diatur secara manual dengan perangkat. 
  3. ST (Straight Tip), bentuknya seperti bayonet berkunci, hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan, baik untuk multi mode maupun single mode. Konektor ini sangat mudah digunakan, baik dari sisi pemasangan maupun penggantian.Biconic, merupakan salah satu konektor yang pertama kali muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini jarang digunakan. 
  4. D4, konektor ini hampir mirip dengan FC, hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
  5. SMA, konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, konektor ini tidak digunakan lagi. 
Teknologi fiber optik ternyata tidak sedikit jumlahnya. Mulai dari teknologi kabelnya, perambatan, cahaya, pelindung kabel, penembakan cahaya dan teknologi pendukung lainnya membuat penggunanya bebas untuk memilih. 
Load disqus comments

0 comments